Polsek tanah sepenggal tertifkan Balap Liar Di Perbatasan Dua Dusun

Faktainfonews – BUNGO – Kapolsek Tanah Sepenggal, IPTU Muhammad Mustari, SH, memimpin langsung patroli dan pembubaran aksi balapan liar yang meresahkan pengguna jalan, Jumat (23/1/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB tersebut dilakukan di perbatasan Dusun Sungai Gambir dan Dusun Pasar Rantau Embacang, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Patroli dilakukan menyusul maraknya aksi balapan liar yang melibatkan sejumlah anak muda dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dalam kegiatan tersebut, IPTU Muhammad Mustari didampingi personel Polsek Tanah Sepenggal, Datuk Rio Sulaini selaku Rio Dusun Pasar Rantau Embacang, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Kapolsek Tanah Sepenggal IPTU Muhammad Mustari, SH menegaskan bahwa balapan liar di jalan umum sangat berbahaya dan melanggar hukum.

Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para orang tua di Kecamatan Tanah Sepenggal, agar mengawasi anak-anaknya yang hobi balapan liar. Aktivitas ini sangat berisiko dan dapat menyebabkan kecelakaan fatal, cacat permanen, bahkan kematian. Balapan liar jelas tidak dibenarkan di jalan raya,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika dibiarkan, balapan liar tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Hal senada disampaikan Datuk Rio Sulaini. Ia menegaskan komitmen pemerintah dusun bersama pihak kepolisian untuk terus melakukan pengawasan.
“Hari ini kami bersama Polsek Tanah Sepenggal memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya warga Dusun Pasar Rantau Embacang, agar tidak lagi melakukan balapan liar.

Kegiatan ini sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga. Ke depan akan terus kami pantau,” ujarnya.
Sementara itu, warga dan pengguna jalan yang melintas mengapresiasi langkah tegas aparat kepolisian dan pemerintah dusun dalam membubarkan aksi balapan liar tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian dan pemerintah dusun. Semoga ke depan tidak ada lagi balapan liar di wilayah ini,” ujar salah seorang warga.

Reporter: Abu