Kantor Desa Disegel Warga! APBDes Bukit Telago Diduga Tak Transparan, Masyarakat Tuntut Audit Total”

Faktainfonews – Pelepat | Senin, 25 Mei 2026

Gelombang protes masyarakat pecah di Desa Bukit Telago, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Ratusan warga turun tangan melakukan penyegelan kantor desa sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2025–2026 yang dinilai tidak transparan dan penuh tanda tanya.

Aksi yang berlangsung pada Senin (25/5/2026) itu dilakukan setelah masyarakat mengaku berkali-kali meminta penjelasan terkait penggunaan dana desa, namun tidak mendapatkan jawaban yang dianggap memuaskan dari pemerintah desa.

Dengan memasang papan penyegelan di pintu utama kantor desa, warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan, melainkan menuntut keterbukaan penggunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

“Kami hanya meminta kejelasan. Dana desa itu milik masyarakat, jadi masyarakat berhak tahu digunakan untuk apa saja. Banyak kegiatan yang dianggarkan nilainya besar, tetapi hasilnya tidak terlihat jelas di lapangan,” ujar salah seorang warga saat aksi berlangsung.

Warga menilai sejumlah program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan, laporan pertanggungjawaban yang disampaikan pemerintah desa disebut hanya sebatas administrasi di atas kertas tanpa bukti nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Tak hanya menyegel kantor desa, warga juga meminta agar seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan administrasi dihentikan sementara sampai ada penjelasan resmi terkait penggunaan APBDes.

Masyarakat turut mendesak dibentuknya tim pemeriksa gabungan yang melibatkan pihak Kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur masyarakat untuk melakukan audit ulang terhadap seluruh penggunaan dana desa tahun 2025–2026.

Sementara itu, Kepala Desa Bukit Telago, M. Soleh, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan penjelasan terkait aksi penyegelan tersebut.

Di sisi lain, Camat Pelepat, Purnama Ependi, S.Hut, juga belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik yang kini menjadi sorotan masyarakat itu.

Hingga berita ini diterbitkan, kantor Desa Bukit Telago masih dalam kondisi disegel. Sejumlah warga tampak tetap berjaga di sekitar lokasi sambil menunggu langkah dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.

(Reporter: Abu)