Faktainfonews – BUNGO – Komitmen Polres Bungo dalam memberantas praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali dibuktikan. Pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 15.29 WIB, aparat kepolisian menggerebek sebuah rumah warga yang diduga menjadi lokasi penimbunan BBM solar bersubsidi di Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sebanyak 31 jeriken berisi solar bersubsidi serta beberapa unit mobil pelansir yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM secara ilegal. Seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Bungo guna proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono turun langsung ke lokasi penggerebekan untuk memastikan penegakan hukum berjalan tegas dan profesional, sekaligus memberikan semangat kepada personel di lapangan. Kegiatan tersebut juga disaksikan oleh Camat Tanah Sepenggal Lintas serta Kepala Desa (Datuk Rio) setempat.
Kapolres Bungo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi karena perbuatan tersebut sangat merugikan masyarakat.
“Kasihan masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan BBM bersubsidi. Jika praktik seperti ini terus terjadi, kapan masyarakat mendapatkan haknya,” tegas AKBP Natalena.
Senada dengan itu, Camat Tanah Sepenggal Lintas Sulaiman, S.Sos bersama Marzuki, Datuk Rio Dusun Rantau Makmur, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Bungo beserta jajaran atas tindakan tegas terhadap mafia BBM bersubsidi di wilayah mereka.
Keduanya berharap ke depan tidak ada lagi masyarakat yang melakukan penimbunan BBM bersubsidi.
“Mari kita ciptakan kenyamanan bersama dengan mengantre secara tertib di SPBU dan tidak melakukan penimbunan,” imbau Camat dan Datuk Rio.
Sementara itu, sejumlah warga Dusun Lubuk Landai dan Dusun Sungai Lilin yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat mendukung razia tersebut. Mereka menilai aktivitas mobil pelansir dan dugaan gudang penimbunan BBM di sekitar SPBU Lubuk Landai sudah lama meresahkan masyarakat.
“Kami sering melihat mobil pelansir keluar masuk, bahkan menghalangi badan Jalan Lintas Sumatera. Situasinya tegang dan terkesan seperti premanisme. Akibatnya, masyarakat lain kesulitan mendapatkan BBM, baik solar maupun pertalite,” ungkap warga.
Masyarakat berharap ke depan adanya pengawasan ketat dari aparat Polri dan TNI di sekitar SPBU Lubuk Landai agar distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai aturan dan standar operasional prosedur (SOP) Pertamina.
(tim)








