Proyek Irigasi Tanpa Papan Informasi di Teluk Pandak Dipertanyakan, Jalan Desa Hancur – Warga Minta Aparat Periksa

Faktainfonews -Bungo –Selasa 23 Pebruari 2026-
Pelaksanaan rehabilitasi irigasi Dam Talang Cabuk Tahun 2025 di Dusun Teluk Pandak, Desa Teluk Pandak, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, kini menjadi sorotan masyarakat.

Proyek tersebut dipertanyakan karena dinilai tidak transparan dan diduga belum selesai, sementara dampaknya telah merusak fasilitas desa.

Warga menyebut sejak awal pekerjaan dimulai tidak ditemukan papan informasi proyek di lokasi. Tidak adanya papan proyek menimbulkan pertanyaan serius terkait keterbukaan informasi publik, termasuk sumber dana, nilai anggaran, volume pekerjaan, serta siapa pelaksana kegiatan tersebut.
“
Ini proyek pemerintah atau bukan? Dananya dari mana? Berapa anggarannya? Kami tidak pernah tahu karena tidak ada papan informasi,” ujar salah seorang warga.
Berdasarkan pantauan masyarakat, beberapa bagian irigasi disebut belum diperbaiki secara menyeluruh.

Namun aktivitas pekerjaan sudah berhenti dan pekerja tidak lagi terlihat di lokasi.

Yang lebih memprihatinkan, jalan lingkungan desa yang digunakan warga sehari-hari kini mengalami kerusakan parah akibat lalu lintas kendaraan proyek. Jalan desa tersebut bukan jalan kabupaten, melainkan akses utama masyarakat setempat.

“Bangunan belum tuntas, tapi jalan kami sudah hancur. Sampai sekarang tidak ada yang bertanggung jawab memperbaiki. Ini sangat merugikan kami,” kata warga lainnya dengan nada kecewa.

Kondisi ini memicu dugaan adanya kelalaian dalam pelaksanaan proyek. Warga menilai proyek yang seharusnya memberikan manfaat justru menimbulkan beban bagi masyarakat.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bungo untuk segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Selain itu, warga meminta Inspektorat dan DPRD Kabupaten Bungo melakukan pemeriksaan serta pengawasan terhadap proyek tersebut guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan.

Warga menegaskan, mereka tidak menolak pembangunan, namun menuntut transparansi, penyelesaian pekerjaan secara tuntas, serta pertanggungjawaban atas kerusakan jalan desa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait.

Reporter : abu