Lansia Penderita Stroke Tewas Terjebak Kobaran Api, Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah

Faktainfonews – BUNGO – Duka menyelimuti warga Kampung Teluk Betung RT 004, Dusun Tepian Danto, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi. Seorang lansia penderita stroke, Abasri (70), meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumahnya yang dilalap si jago merah pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

 

Peristiwa memilukan itu diduga bermula dari suara ledakan keras yang diperkirakan berasal dari tangki sepeda motor yang berada di dalam rumah korban. Tak lama berselang, api langsung membesar dan menghanguskan bangunan semi permanen tersebut.

 

Dua warga setempat, Rosida Wati dan Herpan, yang mendengar ledakan spontan keluar rumah. Mereka mendapati kobaran api telah membesar dan melahap hampir seluruh bangunan milik korban.

Di tengah kepanikan, istri korban, Suda, berusaha menyelamatkan suaminya. Namun, kondisi Abasri yang telah lama menderita stroke membuat proses evakuasi tidak memungkinkan. Api yang terus membesar akhirnya mengepung korban hingga meninggal dunia dengan luka bakar yang sangat parah.

Suda mengaku sempat melihat percikan api dari bagian atas dapur sebelum kobaran api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Jujuhan langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP). Saat petugas tiba, api telah berhasil dipadamkan berkat gotong royong warga sekitar.

 

Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah semi permanen berukuran sekitar 4 x 6 meter, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, serta berbagai peralatan rumah tangga. Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta.

 

Jenazah almarhum kemudian disemayamkan di Masjid Al-Muttaqin, Dusun Tepian Danto, sebelum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

 

Datin Rio Dusun Tepian Danto, Yuliana, S.Gz., membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kepedulian warga yang bahu-membahu memadamkan api dan membantu proses evakuasi.

 

“Istri korban sudah berupaya menyelamatkan suaminya, namun takdir berkata lain. Kami atas nama Pemerintah Dusun Tepian Danto turut berduka cita atas musibah ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar Yuliana.

 

Dalam penanganan perkara, pihak kepolisian telah menyarankan agar dilakukan visum maupun autopsi untuk kepentingan penyelidikan. Namun keluarga korban menolak dan membuat surat pernyataan resmi.

Anak kandung korban, Henpuryanti binti Abasri (40), menyatakan bahwa keluarga telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai musibah dan takdir Allah SWT.

 

Keluarga juga menegaskan tidak akan menuntut pihak mana pun atas peristiwa tersebut serta tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah.

 

Kapolsek Jujuhan, AKP Budi Santoso, S.H., mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari mendatangi lokasi kejadian, memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, hingga berkoordinasi dengan pemerintah dusun dan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Bungo.

 

“Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,” tegas Kapolsek.

(Reporter: Abu)