Faktainfonews – BUNGO – Pemblokiran jalan provinsi Jambi di Dusun Peninjau, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo, memasuki hari keempat, Kamis (24/9/2026).
Warga masih bertahan menutup akses jalan sebagai bentuk tuntutan agar dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah hulu Sungai Batang Tebo segera dihentikan.
Warga menduga aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi air Sungai Batang Tebo berubah keruh. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat di wilayah hilir, terlebih saat musim kemarau.
Sejumlah warga mengaku kini mengandalkan air Sungai Batang Tebo untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga keperluan MCK. Hal itu dilakukan karena sebagian sumur warga mengalami kekeringan.
Aksi pemblokiran jalan tersebut juga menjadi perhatian di media sosial. Hingga Kamis (24/9/2026), warga masih berada di lokasi dan memasang sejumlah spanduk yang berisi tuntutan kepada pemerintah dan aparat terkait.
Warga meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum serta instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi Sungai Batang Tebo dan menindaklanjuti dugaan aktivitas PETI di wilayah hulu, khususnya Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.
Salah seorang warga Dusun Peninjau yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, kondisi Sungai Batang Tebo sangat penting bagi kehidupan masyarakat karena menjadi salah satu sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang musim kemarau, sumur sudah kering. Kami semuanya menggunakan air Sungai Batang Tebo untuk kebutuhan seperti mandi, mencuci dan kakus (MCK). Keinginan kami hanya minta air Sungai Batang Tebo di tempat kami kembali jernih agar bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Warga lainnya yang juga enggan disebutkan namanya berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera merespons keluhan masyarakat.
“Kami berharap kepada Bupati Bungo, DPRD, Kodim 0416/Bute, Kapolres Bungo, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, camat, Polsek, Koramil, Datuk Rio, BPD, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan unsur lainnya agar segera turun merespons keluhan kami,” katanya.
Di sisi lain, aksi pemblokiran jalan provinsi tersebut berdampak terhadap aktivitas pengguna jalan. Akses yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bungo dengan Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang dan sebaliknya mengalami hambatan.
Sejumlah pengguna jalan terpaksa menunda perjalanan, sementara sebagian lainnya memilih mencari jalur alternatif untuk melanjutkan aktivitas.
Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat penanganan serius dari pemerintah dan aparat terkait. Mereka meminta kondisi Sungai Batang Tebo diperiksa secara langsung dan dugaan aktivitas PETI di wilayah hulu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, tuntutan masyarakat dapat memperoleh kejelasan tanpa berlarut-larut mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
Penulis: Abu







