Diduga Ada Permainan Oknum, Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Tembus Rp 45 Ribu di Kuamang Kuning

Bungo–Tebo, Jambi Faktainfonews
Rabu, 21 Januari 2026
Kelangkaan gas elpiji bersubsidi
ukuran 3 kilogram (gas melon) kembali menghantui masyarakat. Kali ini terjadi di wilayah Kabupaten Bungo–Tebo, tepatnya di Kecamatan

Kuamang Kuning, yang diduga kuat
tidak lepas dari adanya penyimpangan distribusi oleh oknum tertentu.

Temuan tersebut disampaikan oleh Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) setelah menerima banyak keluhan dari
warga. Masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg di pangkalan resmi, sementara di tingkat pengecer harga justru
melonjak tajam hingga Rp45.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran

Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat kecil. Gas subsidi yang seharusnya mudah diakses justru menghilang di pangkalan, namun beredar dengan harga tinggi,” ungkap perwakilan LPKNI.
LPKNI menduga kelangkaan ini bukan semata-mata akibat

keterbatasan stok, melainkan adanya indikasi penyalahgunaan distribusi, termasuk dugaan penimbunan atau penyaluran tidak sesuai peruntukan.
Sebagai bentuk keseriusan laporan, LPKNI telah mengantongi

dokumentasi berupa foto dan video yang diduga memperkuat adanya dugaan penyimpangan di lapangan.
Atas temuan tersebut, LPKNI secara tegas meminta pemerintah daerah, instansi terkait, serta aparat penegak hukum di Kabupaten Bungo–Tebo

untuk segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh pangkalan gas elpiji 3 kg yang terdaftar, serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan.

LPKNI menegaskan, pengawasan ketat sangat diperlukan agar subsidi negara benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, bukan justru dimanfaatkan oleh segelintir oknum demi keuntungan pribadi.

Reporter: Sahrul