*PETI Menggila di Sungai Batang Pelepat Bungo, Ekskavator Bekerja Sampai Subuh*

Faktainfonews-jum,at ,06 Maret -2026– BUNGO, JAMBI – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sungai Batang Pelepat,

Kabupaten Bungo, diduga semakin tak terkendali. Investigasi lapangan yang dilakukan tim selama beberapa hari menemukan fakta bahwa kegiatan penambangan ilegal tersebut berlangsung terang-terangan menggunakan alat berat dan beroperasi hingga dini hari.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan aparat penegak hukum dan Tim Satgas penertiban PETI di daerah tersebut.
Ekskavator Terpantau Bekerja Tengah Malam

Tim investigasi yang turun langsung ke lokasi dengan metode penyamaran mendapati alat berat jenis ekskavator aktif mengeruk material tanah di sepanjang aliran sungai dan area daratan di sekitarnya.

Aktivitas tersebut berlangsung hingga larut malam bahkan menjelang subuh.
Suara mesin alat berat terdengar jelas dari permukiman warga di sekitar lokasi.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan lagi aktivitas kecil seperti penambangan tradisional.

“Sekarang sudah pakai alat berat. Mereka kerja sampai subuh. Suaranya jelas terdengar, tapi sampai sekarang belum pernah ada penertiban serius,” ungkapnya.

Menurut sumber tersebut, aktivitas PETI di kawasan itu diduga melibatkan pemodal dengan modal besar sehingga operasional dapat berjalan hampir tanpa hambatan.
Nama Pengurus Lapangan Muncul, Konfirmasi Diblokir

Dalam proses penelusuran, tim investigasi memperoleh informasi mengenai seorang pria yang disebut-sebut warga sebagai pihak yang mengatur aktivitas di lapangan, berinisial PD, yang dikenal dengan panggilan Pak Dedi.

Tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp guna mendapatkan klarifikasi.

Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan. Nomor kontak tim redaksi bahkan dilaporkan telah diblokir.

Sikap tersebut membuat klarifikasi langsung dari pihak yang disebutkan belum dapat diperoleh.
Aktivitas Terbuka, Satgas Dipertanyakan

Fakta bahwa aktivitas PETI menggunakan alat berat dapat berlangsung hingga malam hari tanpa gangguan menimbulkan pertanyaan dari masyarakat mengenai kinerja pengawasan aparat di wilayah tersebut.

Beberapa warga menilai kegiatan tersebut sulit dikatakan tersembunyi karena berlangsung secara terbuka dan menimbulkan suara mesin yang cukup keras.

“Kalau alat berat kerja sampai malam, mustahil tidak ada yang tahu. Makanya masyarakat sekarang bertanya-tanya, sebenarnya pengawasan berjalan atau tidak,” kata sumber lain kepada tim investigasi.

Wilayah Pelepat sendiri diketahui sudah lama menjadi salah satu titik rawan aktivitas PETI di Kabupaten Bungo.

Bukti Investigasi Dikantongi
Tim investigasi mengaku telah mengumpulkan sejumlah bukti berupa rekaman video, foto aktivitas alat berat, serta titik koordinat lokasi penambangan yang diduga ilegal.

Selain itu, tim juga sedang menelusuri jalur distribusi dan penampungan emas hasil PETI yang disebut-sebut berada di beberapa titik di wilayah Kabupaten Bungo.

Apabila tidak ada langkah penertiban dari pihak berwenang di tingkat daerah, bukti-bukti tersebut rencananya akan disampaikan kepada aparat penegak hukum tingkat pusat dan lembaga pengawasan lingkungan.
Lingkungan Terancam

Aktivitas PETI menggunakan alat berat di sepanjang aliran Sungai Batang Pelepat dikhawatirkan akan memperparah kerusakan lingkungan, mulai dari keruhnya air sungai, rusaknya ekosistem, hingga ancaman banjir dan longsor di masa mendatang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan sebelum kerusakan semakin meluas.

Kasus ini kini menjadi sorotan dan publik menunggu langkah tegas dari pihak berwenang untuk menertibkan aktivitas PETI yang diduga semakin berani beroperasi di wilayah Kabupaten Bungo.

Reporter : Tim