Minim Transparansi, Proyek Drainase di Pasar Rebo dan Tenam Tuai Sorotan Warga

Faktainfonews – Bungo.
Proyek pembangunan drainase di Desa Pasar Rebo dan Desa Tenam, Kecamatan Tasep, Kabupaten Bungo, Jambi, menuai sorotan masyarakat. Warga dan pemerhati proyek pemerintah menilai papan informasi kegiatan di dua lokasi tersebut belum memenuhi standar keterbukaan informasi publik.

Volume Pekerjaan Tidak Dicantumkan

Sejumlah tokoh pemerhati pembangunan menyampaikan kekecewaannya terhadap informasi yang tertera pada papan proyek. Menurut mereka, beberapa elemen wajib tidak dicantumkan, terutama volume pekerjaan.

“Informasi mengenai volume pekerjaan sama sekali tidak ada. Padahal masyarakat perlu mengetahui panjang drainase, kedalaman, serta spesifikasi lainnya untuk memastikan transparansi,” ujarnya, Selasa (25/11/2015).

Volume pekerjaan menjadi indikator penting dalam pengawasan, termasuk menilai kesesuaian pelaksanaan dengan rencana anggaran dan kontrak.

Durasi Pekerjaan Hanya Ditulis ‘90 Hari Kerja’

Selain ketiadaan volume, waktu pelaksanaan proyek juga dinilai tidak jelas. Pada papan informasi, durasi hanya tertulis “90 hari kerja” tanpa mencantumkan tanggal mulai dan tanggal selesai.

“Penulisan seperti itu terlalu umum. Publik perlu tahu kapan proyek dimulai dan kapan target penyelesaiannya,” tambahnya.

Dalam standar publikasi proyek pemerintah, informasi tanggal pelaksanaan penting untuk mendukung pengawasan, audit, dan pemantauan progres pekerjaan.

Peran Rekanan dan Konsultan Dipertanyakan

Minimnya informasi di papan proyek turut memunculkan pertanyaan mengenai peran rekanan dan konsultan dari Jambi. Warga menilai supervisi dan pengawasan belum berjalan optimal.

Usman, salah satu pemerhati proyek, mengatakan bahwa koordinasi pelaksana dan konsultan harus dipastikan berjalan sesuai prosedur.

“Rekanan dan konsultan harus menjalankan fungsi pengawasan dan pelaporan. Ketidaklengkapan informasi di papan proyek patut dipertanyakan keseriusannya,” tegasnya.

Warga Mendesak Pemerintah Daerah Bertindak

Warga Pasar Rebo dan Tenam meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk mengevaluasi kelengkapan papan informasi dan memastikan pelaksanaan proyek sesuai regulasi.

Beberapa warga menegaskan bahwa transparansi bukan sekadar formalitas, tetapi cara agar publik dapat mengawasi penggunaan anggaran negara.

“Kalau informasinya lengkap, kami bisa ikut mengawasi. Ini uang negara, jadi wajar kalau harus terbuka,” ungkap salah satu warga.

Pentingnya Keterbukaan Informasi Proyek Pemerintah

Dalam proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN, pemasangan papan informasi lengkap merupakan kewajiban. Informasi minimal meliputi:

nama proyek

lokasi pekerjaan

sumber anggaran

nilai kontrak

volume pekerjaan

nama perusahaan pelaksana dan konsultan

waktu mulai dan selesai pekerjaan

Minimnya informasi kerap menjadi indikasi lemahnya transparansi dan membuka peluang terjadinya penyimpangan.

Harapan untuk Perbaikan

Masyarakat berharap proyek drainase di Pasar Rebo dan Tenam mendapat pengawasan lebih ketat. Selain memperbaiki papan informasi, warga menantikan klarifikasi dari pihak terkait mengenai detail pelaksanaan proyek.

Dengan transparansi yang baik, proyek drainase ini diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pemerintah.

Reporter: Erwin Siregar