Razia PETI di Bungo: Alat Berat Hilang Setelah Bocornya Rencana Razia Kedua”

Faktainfonews-Bungo, Tangga Jum,at 16 Januari 2026
Razia besar-besaran terhadap kegiatan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang berlangsung beberapa hari terakhir di Kecamatan Rantau Pandan dan Batin Tiga Ulu Kabupaten Bungo, menghadirkan berbagai temuan mengejutkan. Tim gabungan yang terdiri dari Bupati, Kapolres, dan Dandim Bungo berhasil mengamankan beberapa alat berat jenis ekskavator. Namun, rencana untuk melanjutkan razia ke tahap kedua terhambat setelah bocornya informasi kepada para pelaku ilegal yang kemudian menyembunyikan peralatan mereka.

Sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa salah satu alat berat jenis Kobelco PC 2200, yang diduga milik Al Mubarek, seorang pengusaha lokal, berhasil disembunyikan di kampung Pulau Raya RT 04, tepat di belakang rumah Kepala Sekolah SD Negeri 33/II Lubuk Kayu Aro, Sarabaini SPD.

Lokasi tersebut dikenal dekat dengan tepi sungai, dan diyakini sudah sebulan terakhir digunakan untuk merusak wilayah Lubuk Larangan.
Alat berat tersebut, bersama dengan beberapa peralatan lainnya, sebelumnya terpantau di lokasi kegiatan PETI yang sedang berlangsung di desa Kayu Aro. Namun, setelah informasi tentang rencana razia bocor,

pekerja dan pemilik alat segera memindahkan peralatan untuk menghindari tindakan hukum yang lebih tegas.
Para warga yang tinggal di sekitar lokasi menegaskan bahwa penghindaran razia dilakukan dengan menyembunyikan alat berat tersebut, memanfaatkan lokasi yang cukup terpencil agar tidak terdeteksi aparat penegak hukum. Pihak terkait, termasuk Bupati, Kapolres, dan Dandim Bungo, dikabarkan akan segera melakukan razia lanjutan untuk menindak tegas praktek ilegal ini, meskipun tantangan yang dihadapi semakin besar.
Pemerintah Kabupaten Bungo beserta aparat keamanan kini semakin serius menanggapi isu PETI yang merusak lingkungan dan merugikan perekonomian lokal. Di sisi lain, pengawasan terhadap aktivitas ilegal tersebut terus diperketat demi menjaga kelestarian alam dan mencegah kerugian lebih lanjut.

(Laporan oleh Tim)