Faktainfonews
Bungo, Sabtu 21 Februari 2026
Fenomena balapan liar kembali marak setiap memasuki bulan suci Ramadan. Seperti yang terjadi pada Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, aksi balap motor ilegal terlihat di wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.
Sejumlah pemuda dengan sepeda motor modifikasi nekat memacu kendaraannya di jalan umum pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. Aksi tersebut kerap menghambat arus lalu lintas,
baik kendaraan roda dua maupun roda empat, serta membahayakan keselamatan pejalan kaki yang melintas.
Tanpa mengenakan perlengkapan keselamatan seperti helm standar maupun pelindung tubuh, para pelaku bahkan melakukan aksi angkat roda (wheelie) layaknya di arena balap profesional. Padahal, jalan yang digunakan merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat.
Pemerintah dusun bersama pihak kecamatan dan jajaran Kepolisian Sektor Tanah Sepenggal disebut telah berulang kali memberikan imbauan serta melakukan patroli rutin guna mencegah aksi tersebut. Namun demikian, sebagian oknum pelaku diduga belum menunjukkan efek jera.
Sebelumnya,
Pemerintah Dusun Tenam bersama masyarakat sempat memasang portal pembatas jalan berbahan besi dan kayu sebagai upaya pencegahan. Akan tetapi, portal tersebut diduga dicabut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi ini membuat pemerintah dusun merasa kewalahan dalam mengatasi aksi balapan liar tersebut.
Sejumlah pengguna jalan mengaku resah dan khawatir terhadap keselamatan mereka saat melintas, terutama pada sore hari ketika aktivitas masyarakat meningkat menjelang berbuka puasa.
“Kami berharap pemerintah daerah, DPRD, Dandim, dinas terkait, Kapolres, camat, Kapolsek, Datuk Rio, BPD, serta tokoh pemuda dapat bersinergi untuk memberantas aksi balap motor di jalan umum yang sangat meresahkan ini,” ujar salah seorang pengguna jalan kepada awak media.
Masyarakat berharap adanya langkah tegas dan solusi konkret agar bulan suci Ramadan dapat dijalani dengan aman, nyaman, dan tertib, tanpa gangguan aksi balapan liar yang membahayakan keselamatan bersama.
(Penulis: Abu)







